Waktu
sungguh sangat cepat berlalu, tak terasa waktu 3 tahun menimba ilmu di Sekolah
Menengah Atas akan segera di tuntaskan, selama 3 tahun tentu sudah sangat
banyak memori-memori yang sudah tercatat di buku kehidupan masing-masing orang.
Begitu pula saya, telah banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya dapatkan
selama hampir 3 tahun saya bersekolah di SMAN 50 Jakarta tercinta ini.
Semua itu
berawal saat saya akan mendaftar untuk menjadi siswa di SMAN 50 JAKARTA, sekolah
yang saya tidak pernah ketahui sebelumya.
Pertama kali
saya menginjakkan kaki di SMAN 50 Jakarta, saya tidak pernah membayangkan bahwa
saya akan menjadi salah satu siswa di sekolah yang menurut saya cukup besar
ini, setelah saya hampir resmi menjadi siswa di SMAN 50 jakarta, terlebih
dahulu saya harus melalui tahap pengenalan awal yang biasa disebut dengan MOS
atau istilah baru nya adalah MOPDB. Disinilah saya pertama kali berkumpul
dengan sesama calon siswa SMAN 50 Jakarta seangkatan. Awalnya saya merasa
sangat canggung untuk menyatu dengan teman-teman yang lain, maklumlah saya
adalah calon siswa yang berasal dari daerah, pakaian yang saya kenakan pun
berbeda dari teman-teman yang lain sehingga mengundang berpasang-pasang mata
untuk memperhatikan saya…
Kelas pertama
saya adalah kelas 10-1 disinilah awal saya menemukan sahabat-sahabat saya
seperti puspa,dian,pungky,aike,yasmine dan wirda…. Banyak hal yang kami lalui
bersama dalam beradaptasi dengan dunia SMA, dan satu kenangan yang paling saya
ingat adalah saat itu jam pelajaran agama islam dengan gurunya pada saat itu
masih ibu Warnimah, seperti biasa setiap minggu kita harus menyetor hafalan
al-qur’an padanya. banyak sekali teman-teman yang setorannya belum di setor,
sehingga bu warnimah membacakan siapa saja yang masih belum, diantara nama itu ada
nama saya, sontak saya langsung kaget, karena saya tidak pernah merasa bahwa
ada setoran hafalan yang saya belum di setor, karena setiap minggu saya rajin
menyetor hafalan . saya segera protes ke bu warnimah, akan tetapi bukannya
diberi pencerahan saya malah di marahi olehnya dan disuruh mengulang hafalan
lagi, disitu saya langsung menangis, bukannya apa-apa karena sialnya hafalan itu adalah ayat terpanjang yang pernah saya
hafalkan, jika disuruh mengingat lagi saya sudah lupa, saat saya menangis
puspa,yasmine dan aike berusaha menghibur saya, dan dengan keberanian dan ide
gila mereka puspa dan yasmine maju menghadap bu warnimah untuk berpura-pura
menjadi saya untuk setoran surat itu mereka membagi-bagi tugas, puspa yang
membaca ayat nya dan yasmine yang membaca artinya, ada rasa haru di hati saya saat
melihat mereka seperti itu, rasa haru dan bangga punya sahabat seperti mereka.
saat puspa telah selesai membaca ayatnya segera puspapun berganti menjadi
yasmine yang langsung membuat bu warnimah bingung, saat yasmine selesai membaca
artinya, bu warnimah menanyakan nama untuk memasukkan nilai, segeralah yasmine
menjawab “Baiq Sega Vanessa Agnes bu…” lalu bu warnimah bertanya lagi “siapa
namamu?” dengan polosnya si yasmine menjawab “putri yasmine bu” dan penyamaran
saat itu langsung terbongkar, dan langsung bu warnimah memarahi kami karna kami
tidak jujur padanya, ditengah-tengah tangisan saya, saya tertawa melihat
kepolosan yasmine pada saat itu, ini adalah salah satu kenangan di kelas 10
yang tidak akan saya lupakan.
Waktu pun
terus berlalu, tak terasa saya naik ke kelas 11 dan mendapat jurusan ipa,
teman-teman barupun kembali saya dapatkan salah satunya adalah ajeng, hanya
dian dan aike yang masih satu kelas dengan saya, agak sedih memang kami harus
terpisah dengan yang lain saya,dian dan aike di kelas 11 ipa 1 sedangkan puspa,yasmine
dan wirda di kelas 11 ipa 3. Hari-hari dikelas 11 saya lalui dengan langkah
berat, yang saya bisa hanya mengeluh setiap hari karena saya tidak menikmati
hari-hari yang saya lalui, teman-teman saya pun hanya sebatas dian,aike dan
ajeng, banyak hal yang saya lalui bersama mereka, salah satunya membuat tugas
seni budaya membuat gips vas bunga dirumah ajeng, karena kami berempat semuanya
perempuan jadi untuk membuat pola dan segala macamnya bagi kami sangat susah,
dari mulai pergi ke tukang gips, mencari-cari tukang kayu untuk meminta kayu,
dan mencari-cari tukang kaca untuk meminta kaca yang sudah tak terpakai,
semuanya kami kerjakan sendiri dari memotong kayu hingga memecahkan kaca untuk
bahan tugas kami, vas itu kami kerjakan dari pagi sampai malam dengan tangan
kososng kami membentuk adonan gips dengan hasil bentuknya yang entah berbentuk
apa, kami sedikit kecewa karna hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,
belum lagi gangguan-gangguan yang ada seperti hujan,adonan gipsnya jatuh dll. Hari
itu kami putuskan untuk pulang, besoknya saat kami akan mengerjakannya lagi
rencananya tinggal kami warnai yang kami dapatkan adalah vas kami retak-retak
dan terkikis, sontak kami langsung panic dan berusaha memperbaiki sebisanya,
oleh karena itu kecacatan di vas yang kami buat pun semakin bertambah, kami tak
tau harus bagaimana lalu ayahnya dian akhirnya membantu kami untuk membuat
pondasi vas itu terlebih dahulu sehingga kami hanya perlu menempelkan adonan
gips pada pondasi yang sudah ada, pekerjaan pun kami ulang dari nol, mulai dari
membuat adonan gips hingga menghias dengan kaca, walaupun hasilnya tidak
sebagus yang diharapkan tapi kami puas karna pada saat kami mengumpulkan vas
kamilah yang ukurannya paling besar.
Dan waktu
yang di tunggu pun tiba, saya naik ke kelas 12 tepatnya 12 ipa 3 saya hanya
sekelas dengan ajeng dan berpisah dengan dian dan aike, teman-teman di kelas 12
ini adalah teman sekelas yang paling terbaik dari kelas-kelas saya sebelumnya,
kelas yang kompak,memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi, selalu saling
membantu satu sama lain, tidak ada perkubuan sehingga semuanya membaur dll,
semua hal selalu saya lakukan bersama ajeng, sedih,susah,senang,menangis kami
lakukan bersama. Saat ini kami sedang focus pada tujuan utama kami yaitu untuk
menempuh ujian nasional yang akan dilaksanakan pada bulan april, kami bahu
membahu untuk saling membantu agar kami semua bisa lulus 100%. Saya ingin
sekali cepat-cepat melaksanakan ujian nasional akan tetapi saya masih belum
ingin berpisah dengan sahabat-sahabat saya. Karena mungkin kami tidak akan
bertemu lagi setelah ini. Sudah banyak sekali kenangan yang saya torehkan di
SMAN 50 Jakarta ini, dan di bulan-bulan terakhir saya menjadi siswa di SMAN 50
Jakarta ini yang saya harapkan adalah semoga kami semua kelas 12 50’14 bisa
lulus 100% dengan nilai yang memuaskan, dan SMAN 50 selalu menjadi bagian dari
hidup kita nanti.
SMA 50….
almamater tercinta,disini ku belajar, membangun jatidiri
Berbekal iman didada, amalkan pancasila
Disiplin diri, kewajibanku , tak keluh kesah,tak kenal lelah
menuntut ilmu, hari demi hari……
bersaing dalam mutu,santun dalam prilaku
asa ku gemilang, dihari nanti
almamater tercinta,disini ku belajar, membangun jatidiri
Berbekal iman didada, amalkan pancasila
Disiplin diri, kewajibanku , tak keluh kesah,tak kenal lelah
menuntut ilmu, hari demi hari……
bersaing dalam mutu,santun dalam prilaku
asa ku gemilang, dihari nanti
Jakarta,
22 January 2014 jam 22:58
Baiq Sega Vanessa Agnes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar